1.1.LATAR BELAKANG
Pada tanggal
20 November 2020 telah diterbitkan SKB 4 Menteri, Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan, Menteri Kesehatan, Menteri Agama dan Menteri dalam Negeri tentang
Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada tahun Ajaran 2020/2021 dan pada Tahun
Akademik 2020/2021 di Masa Pademi Corona Virus Desease 19 (COVID 19).
Mempertimbangkan
kebutuhan pembelajaran, berbagai masukan dari para ahli dan organisasi serta mempertimbangkan evaluasi implementasi
SKB Empat Menteri terkait pelaksanaan pembelajaran di Zona selain merah dan
orange, yakni di zona kuning dan hijau,
untuk dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan penerapan protokol
kesehatan yang sangat ketat.
Kabupaten
Gowa termasuk ke dalam zona merah, sehingga SDN Bontociniayo mengadakan
Pembelajaran Jarak jauh (PJJ) sampai sekarang.
Kegiatan PJJ
yang belum maksimal dengan indikasi menurunnya motivasi murid. Hal ini terlihat
dari partisipasi murid dalam pembelajaran yang rendah dan lambatnya pengumpulan
tugas. Maka dibuatlah kesepakatan-kesepakatan kelas yang melibatkan semua murid dalam bentuk
poster yang berisi perilaku-perilakun positif yang diharapkan akan mampu menjadi
Budaya positif di kelas maupun di Sekolah.
1.2 DESKRIPSI AKSI NYATA
Kegiatan aksi
nyata diawali konsultasi dengan kepala sekolah dan mensosialisasikan
kepada rekan sejawat tentang kegiatan yang akan di lakukan di kelas online pada
saat rapat di sekolah. Karena sasaran utama kegiatan adalah murid
maka penulis mensosialisasikan kepada murid
melalui grup kelas (WAG).
Guru meminta
murid untuk memikirkan tentang kelas impian mereka dan mengirimkan kedalam grup
kelas WAG, setelah murid mengirimkan pesan tentang kelas impian mereka, guru
kemudian memberikan umpan balik tentang kelas impian mereka dengan menanyakan
“apa yang harus dilakukan agar kelas impian mereka terwujud” dari situ guru
mulai meminta mereka memasukkan ide berupa kesepakatan-kesepkatan di kelas
untuk mencapai kelas impian mereka.
Kemudian Guru dan murid berdiskusi digrup kelas untuk membahas kesepakatan
kelas . Murid menyampaian usulan kesepakatan kelas dan direspon dengan baik
oleh guru, kemudian menanyakan kembali kesepatan kelas serta mengarahkan jika
ada usulan yang tidak sesuai,kurang pas, atau tidak sopan. Setelah semua setuju
maka guru menyimpulkan hasil diskusi.
1.3.HASIL AKSI NYATA
Hasil yang diperoleh dari kegiatan aksi nyata pembuatan
kesepakatan kelas dengan poster budaya postif di kelas adalah :
1. Tepat waktu
2. Berkata-kata
yang baik
3. Jujur
4. Menghargai
guru dan teman
5. Menyelesaikan
tugas
1.4 REFLEKSI
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa kegiatan aksi nyata
ini sangat jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua
pihak sangat diperlukan untuk perbaikan di masa depan. Selama diskusi
kesepakatan kelas berlangsung peran guru sangat penting. Karena mengarahkan
usulan kepada budaya positif yang ada di kelas impian. Disamping itu, murid
juga mempunyai kebebasan untuk memberikan usulan tentang kelas impian mereka
adapun kekurangan yang paling menonjol
adalah pada saat diskusi tentang kelas impian, ada beberapa murid yang tidak
aktif dikarenakan beberapa kendala sehingga diskusi kurang maksimal. Sehingga Penulis
mencoba menjangkau mereka dengan melakukan home visit atau meminta murid yang
terkendala kuota untuk ke sekolah sehingga kami dapat berdiskusi di halaman
rumah warga yang letaknya tidak jauh dari sekolah.
1.5
RENCANA PERBAIKAN DI MASA MENDATANG
Rencana yang dapat dilakukan adalah mencetak kesepakatan
kelas dengan ukuran yang besar agar gampang terlihat dan diletakan di tempat
strategis yang udah diingat. Sebagai legalitas
maka akan ada tanda tangan murid dan guru beserta foto. Apabila
pembelajaran selanjutnya adalah tatap muka maka kesepakatan kelas yang telah
dibuat akan ditinjau kembali dan dibuat kesepakatan kelas yang baru.
1.6.DOKUMENTASI





Tidak ada komentar:
Posting Komentar